Hamzah Dg.Gassing Berlumuran Darah Akibat Tebasan Benda Tajam, Hingga 17/3 Pelakunya Belum Tertangkap

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID, Sungguh ironis korban berlumuran darah dan nyaris nyawanya melayang tetapi hingga kini pelakunya belum ada yang tertangkap.

Padahal Hamzah Daeng Gassing sekira (37) tahun warga kampung lompo desa balangtanaya kecamatan polombangkeng utara kabupaten takalar sulawesi selatan pada jumat 15/3 sekira pukul 9.00 wita berlumuran darah akibat tebasan benda tajam yang diduga dilakukan Daeng Tompo dibantu beberapa warga setempat.

Tetapi petugas keamanan, polsek atau polres takalar polombangkeng utara, masing- masing memilih diam atau masabodo’ membiarkan pelaku berkeliaran.

Padahal hari itu juga keluarga korban melaporkan bernomor STTLP/B/70/III/2024/ SPKT tanggal 16 Maret 2024.

Berikut nama-nama yang terlapor masing-masing ; Daeng Rabang, Daeng Tompo, Cia Dg.Nginga, Dg.Bundu, Dg.Liwang, Dg.Tarang dan Yusuf Dg.Tola hari itu mendatangi korban dihalaman rumahnya dan tak banyak cingcong langsung bersamaan menyerang korban, beberapa orang dengan menggunakan batu membuat korban tak berdaya.
Setelah itu Daeng Tompo dan Rabang dengan leluasa melampiaskan kekejamannya diduga menggunakan parang panjang menebas korban beberapa kali hingga tangan kanan korban patah hingga dipasang besi serta pahanya pas diatas lututnya mengalami luka menganga hampir putus dan beberapa luka lainnya.

Dalam video peristiwa naas tersebut warga lain meratap menangis melihat korban dikeroyok dilempari batu dan ditebas tubuhnya.
Untung saja warga lainnya berusaha melindungi korban dari amukan manusia yang bejat itu sambil merangkul menyelamatkan nyawanya membuat dia selamat dari maut hingga korban dilarikan ke rumah sakit H.Padjonga Dg.Ngalle tetapi karena luka yang diderita lebih diatas dari serius hingga dirujuk ke rumah sakit Ibnu Sina makassar.

Perbuatan pidana ini kata banyak warga di desa itu sesungguhnya tidak pantas terjadi karena korban yang juga Imam Desa balangtanaya sekaligus karyawan pabrik gula takalar sebelumnya hanya pernah mengajak Hajrawati Dg Tarring yang dikenal saudara ipar Hajrawati pergi makan bakso.

Sebatas itu saja tetapi Hajrawati kemudian melapor ke polsek polombangkeng utara tetapi mungkin tidak memenuhi unsur pidana hingga laporan Hajrawati dicabut sesuai suratnya tertanggal 7/3-2024 ditujukan ke Kapolres Takalar.

Namun setan apa yang merasuki para pelaku sehingga tega mau menghabis nyawa korban dengan cara tidak manusiawi.

Perlu diketahui bahwa Daeng Tompo yang diduga menebas korban bukan suami Hajrawati tetapi dia hanya saudara ipar.

Kakak kandung korban Munggu Daeng Rewa mohon pelakunya ditangkap berikut diberikan hukuman yang setimpal sebagai upaya pembelajaran kedepan.

Sebab kalau tidak dikhawatirkan akan terulang-ulang perbuatan yang sama dengan prinsip tidak adaji hukumannya.

Kapolsek polombangkeng utara maupun pihak polres hingga berita ini di publis belum berhasil dikonfirmasi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *