Camat Mangarabombang Takut Tegur Kepala Desa Pattoppakang (4)

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID, Padahal camat yang satu ini terbiasa keluar dari mulutnya mau bertarung bila perlu.

Tetapi setelah masyarakat diwilayahnya sudah diperlakukan sewenang-
wenang oleh kepala desanya, camat berubah menjadi takut ciut nyalinya.
Oleh karena itu judul berita diatas bisa dikatakan bukan kata tanpa fakta melainkan bukti nyata ketika topikterkini.id minta bersikap via whatsApp pada 26 februari 2024 pukul 10.38 dan 27 februari 2024 pukul 09.33 wita terkait dugaan ke sewenang-wenangan kepala desa pattoppakang, seperti ini ; Sebagai camat mintaka berita ini disikapi dan dengan yang kedua kalinya seperti ini, tabe pak camat, bersikap dulu, kedua kalinya sy minta ini.
Namun sampai senin 04 maret 2024 atau waktu seminggu, camat belum juga menjawab, sehingga tidak salah kalau dibilangin takut, padahal terbiasa terdengar keluar dari mulutnya seperti tersebut diatas, camat yang satu ini mau berkelahi bila perlu.
Dengan demikian kepala desa pattoppakang, Sapri sama seperti semakin se wenang-wenang terhadap warganya.
Karena camat saja sebagai penguasa di wilayah itu takut tegur kepala desa walau beberapa kali di informasikan sifat dan tingkah laku kepala desa pattoppakang sama seperti jahat kepada masyarakatnya

Camat sebagai perpanjangan tangan bupati kata sumber topikterkini.id harusnya berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah demi rakyat, artinya kalau melihat siapa saja yang melanggar terlebih kepala desa melakukan sama seperti kejahatan, wajib hukumnya ia menegur walau pahit depan matanya dengan tujuan agar yang bersangkutan bisa memperbaiki kesalahannya, tetapi apa yang terjadi justeru diam atau takut dengan kepala desa walau topikterkini.id minta camat Sudirman mengambil sikap.
Mendengar camat takut bersikap terhadap kesewenang-wenangan kepala desa pattoppakang mendapat reaksi dari seorang warga yang tidak mau ditulis jati dirinya mengatakan kalau camat takut menegur kepala desa yang lagi meresahkan masyarakat, sebaiknya mundur saja jangan jadi camat kalau hanya mau pamer nama juga kalau hanya untuk manisnya saja.
Bisa dibayangkan kalau selama Sapri menjadi kepala desa, selama itu juga sama seperti mempertontonkan kesombongannya, atau semaunya saja mengambil tindakan seperti tiga kali diberitakan sebelumnya melakukan pencopotan perangkatnya kalau beda pilihan dan menghalangi hak orang miskin seperti yang dialami Rabanai Daeng Tinggi dicabut namanya dari daftar penerima bantuan karena beda pilihan, sama seperti Daeng Ngesa.
Lain dengan Saryati dan Cacceng yang tidak dilayani permohonan keterangan miskinnya saat keduanya dirumah sakit padahal keduanya lebih layak dari yang layak diberikan keterangan miskin, belum lagi dengan pelanggaran lainnya kata sumber.

Topikterkini.id beberapa kali bermaksud melakukan konfirmasi dengan kepala desa pattoppakang tetapi tidak pernah ditemukan dikantornya.

Maggarisi Saiyye (bersambung)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *