Dugaan Praktek Penyalahgunaan Kekuasaan Kades Pattoppakang Ditulis Secara Bersambung

Dalam Mengemban Tugas Pemerintahan, Safri S.Sos Sama Seperti Resahkan Masyarakat (1)

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID,
Pemerintah selama ini via kementerian agraria dan tata ruang badan pertanahan nasional republik indonesia mengupayakan secara umum masyarakat mendapat jaminan kepemilikan hak atas tanah dengan tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran besar setiap tahunnya untuk penerbitan sertifikat yang lazim disebut PRONA.

Namun niat suci pemerintah itu kerap kali dijumpai sama seperti menjadi kesempatan mengeruk keuntungan bagi pelaksana dilapangan.

Sebutlah misalnya di desa pattoppakang kecamatan mangarabombang kabupaten takalar sulawesi selatan, tahun silam mendapat kuota 750 bidang sertifikat.

Tetapi sangat ironis kata sumber topikterkini.id karena oleh petugas kepercayaan kepala desa menarik bayaran dari masyarakat melebihi 250 bidang menjadi 1.000 bidang.

Dari bayaran masyarakat oleh sumber menghitung besaran uang terkumpul mencapai angka kurang lebih Rp250jt.

Oleh karena itu lazimnya ibarat membeli sesuatu, setelah uang diserahkan, barangnya disorong kiri terima kanan, tetapi karena sertifikat setelah tenggang waktunya sampai, wajib diserahkan kepada yang berhak.

Hasilnya ada kata sumber tetapi masih lebih besar yang tersendat entah dimana di pertanahan atau di tangan kepala desa, Safri.

Keluhan ini kata sumber oleh lembaga analisis HAM kabupaten takalar, selain melakukan somasi kepada kepala desa juga melaporkan kepada polda sulsel via ditkrimsus, hanya saja hasilnya hingga kini belum diketahui.

Untuk memperjelas yang tersendat itu dimana, pada pihak pertanahan atau ditangan kepala desa oleh topikterkini.id dua hari berturut-turut bermaksud mencari tau dimana yang tersendat itu.

Pertama hari selasa 21/2 berusaha menemui kepala desa pattoppakang dikantornya tetapi tidak berhasil, hari itu Safri diprediksi nyantai ngopi bersama stafnya digedung penyimpanan beras bantuan samping kanan kantor desa, tetapi ketika melihat topikterkini.id turun dari kendaraan depan kantor desa, Safri diperkirakan melarikan diri dengan bukti baju dinas miliknya tertinggal dikursi, yang nampak tiga orang stafnya masing-masing berpakaian dinas dan satunya berpakaian preman.
Keesokan harinya Rabu 21/2 oleh topikterkini.id kembali berusaha menemui ASN itu tetapi lagi-lagi gagal, oleh stafnya mengaku Safri barusan keluar menggunakan kendaraan roda dua sementara mobilnya terparkir depan kantor desa.

Abd.Hakim Laja (bersambung)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *