Dana Sertifikasi Belum Juga Cair, Guru di Jeneponto Menjerit !

Topikterkini.id, Jeneponto – Tunjangan Dana Sertifikasi Guru dari tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Jeneponto hingga kini belum juga cair.

Oleh sebab itu, Ketua Lembaga Pengawasan Pengguna Anggaran Republik Indonesia (LPP-RI), Syamsuddin Nompo angkat bicara perihal tersebut.

“Dana sertifikasi guru SD dan SMP yang berjumlah 600 orang sudah 5 bulan belum juga cair, ada apa dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto ?” pungkas Syamsuddin.

Syamsuddin juga mengaku bahwa, berdasarkan Pantauan dari tim LPPA-RI pada beberapa Sekolah baik SD maupun SMP, banyak guru yang menjerit perihal tersebut.

“Berdasarkan pantauan kami di lapangan, banyak guru SD maupun SMP yang menjerit karen Dana Sertifikasinya hingga saat ini juga belum cair-cair,” ungkap Syamsuddin.

“Pasalnya, belum ada informasi yang jelas dari Dinas Pendidikan terkait dana Sertifikasi tersebut, padahal ini sudah 5 bulan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Ketua LPPA-RI mempertanyakan kemana rimba dari Dana Sertifikasi tersebut.

“Tentunya itu menjadi tanda tanya besar buat kami sebagai lembaga pengawas anggaran, kemana rimbanya Dana Sertifikasi yang diperuntukkan untuk para guru-guru,” ungkap Syamsuddin.

“Sementara para guru yang sudah tersertifikasi sudah pada demam disertai sakit kepala, betapa tidak harapan guru adalah dana sertifikasi namun sampai detik ini juga belum cair,” lanjut Syamsuddin.

Maka dari itu, Syamsuddin Nompo meminta kepada Pemerintah Daerah dan Komidi IV DPRD Jeneponto agar menindaklanjuti perihal tersebut.

“Kami dari Ketua Lembaga Pengawasan Pengguna Anggaran meminta kepada Pemerintah Daerah serta Komisi 4 DPRD Kabupaten Jeneponto agar kiranya memanggil pejabat yang menangani Dana Sertifikasi tersebut,” ungkapnya.

“Juga agar kiranya Dana Sertifikasi tersebut segera direalisasikan, kasihan para guru bahkan imbasnya sampai ke proses belajar-mengajar dengan alasan banyak guru malas masuk mengajar bahkan sampai emosi akibat keterlambatan pembayaran sertifikasinya,” sambunya.

“Dan yang paling fatalnya lagi banyak guru sudah mau melakukan aksi apa bila tidak segera di bayarkan,” tutup Syamsuddin Nompo.

Hamzar Siriwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *