Kemdikbud Beri Kepercayaan UMPalopo Kembangkan Cokelat di Luwu Utara*

Palopo Topikterkini.Net – Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Palopo diberikan kepercayaan oleh Kemdikbud untuk mengembangkan industri dan pertanian cokelat di Masamba melalui program Matching Fund Kedaireka 2022. Program ini menggandeng mitra UMKM Chalodo Sibali Resoe dengan inovasi “Kampung Cokelat Chalodo: Agrowisata Kakao dari Hulu ke Hilir di Masamba, Luwu Utara”.
Program ini merupakan bentuk komitmen UMPalopo dalam berkolaborasi dengan berbagai instansi, dunia usaha dan industri (DUDI) dan dengan perguruan tinggi yang lain. Tim peneliti terdiri dari berbagai dosen dengan keahlian yang berbeda.

Ketua tim adalah Anggra Alfian, M.Si dengan anggota Sahrir, S.Pd., M.Pd, Arfina Sukmawati Arifin, S.TP., M.Si, Achmad Amiruddin, S.P., M.Si dan Dwi Apriyani, SP., M.Si.
Inovasi yang dikembangkan oleh tim peneliti untuk menjawab permasalahan pertanian kakao dari hulu ke hilir yang tertuang dalam 8 kegiatan utama. Berangkat dari hulu, tim melakukan R&D Kakao terkait keragaman genetik, potensi mikoriza untuk pupuk hayati dan kondisi hama dan penyakit terkini. Data-data ini yang digunakan oleh tim untuk melakukan pelatihan teknik budidaya kakao, pembuatan pupuk hayati, pengendalian hama dan penyakit dan pelatihan teknik fermentasi.


Upaya menyentuh sektor hulu ini dilakukan untuk mempertahankan dan menjaga ketersediaan suplai kakao dari petani mitra untuk industri pengolahan cokelat di Masamba” Ujar Anggra ketua tim program.
Sektor hilir tim memberikan inovasi dengan pengembangan agrowisata cokelat dengan konsep edukasi dan wisata berbasis industri pengolahan cokelat. Tim juga membantu dalam mengembangan dan memasarkan produk melalui digital marketing. “Pengembangan industri pengolahan cokelat merupakan salah satu solusi untuk memutus rantai pasok dari petani dan dapat meningkatkan harga jual biji kakao” tambah Anggra.
Tidak hanya implementasi hasil riset ke DUDI, program ini juga sebagai wadah MBKM mahasiswa. Sebanyak 10 mahasiswa dengan program studi berbeda melakukan magang dan riset di Chalodo Sibali Resoe yang akan dikonversi dengan 20 SKS dan hasil riset yang dipublikasikan akan digunakan sebagai Karya Ilmiah Pengganti Skripsi (KIS).

Pihak DUDI dalam hal ini Chalodo Sibali Resoe sangat menyambut baik program ini dan akan terus melanjutkan kerjasama dikemudian hari dengan UMPalopo. “UMPalopo juga akan terus berkomitmen dan mendorong agar dosen dapat meneliti dan berkarya agar inovasinya dapat diterapkan oleh masyarakat luas” Ujar Goso, SE., M.M selaku Ketua LPPM UMPalopo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *