167 Ha Sawah Milik Warga Desa Bontomanai Mangarabombang Takalar, Bakal Menghasilkan Tiga Kali Setahun

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Jika tak ada aral melintang, 250 kepala keluarga penduduk desa bontomanai kecamatan mangarabombang kabupaten takalar sulawesi selatan berpeluang besar kehidupannya kedepan akan lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Betapa tidak, Bupati Takalar, H.Syamsari melalui dinas pertanian takalar yang dinahkodai Muhammad Hasbi berhasil mendatangkan proyek raksasa asal dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan provinsi sulawesi selatan masing-masing ; pengembangan jaringan irigasi pertanian, pembangunan sumur bor Drip Irigasi 20 titik dengan anggaran
Rp.1.481.166.666.20 dan paket pengadaan instalasi Drip irigasi dengan anggaran Rp.17.550.079.745.70 dan tanggal 5/12 pekerjaannya sudah mencapai 80 persen dan 20 Desember mendatang akan rampung 100 persen

Salahseorang pelaksana proyek, Chaerul didampingi pj.kepala desa bontomanai, Haris Nappa dikantor desa, sabtu 05/12 kepada Topikterkini.id mengatakan bahwa volume pekerjaan 14.653 meter dan pemasangan pipanya dengan kedalaman galian sepanjang pinggiran pematang sawah sesuai standar bebas gangguan sudah kelar berikut tanah galian sudah dikembalikan ke posisi semula.

Demikian juga 20 unit mesin pompa sudah standby bersama perlengkapan lainnya seperti alat kontrol satu dua dan tiga, tinggal dipasang setelah rumah tempat mesin pompa selesai

Betapa tidak semua materialnya juga kini sudah lengkap dan siap dilokasi.

Sebagai pelaksana kata Chaerul harus tunduk kepada ketentuan yang dipersyaratkan peraturan mengerjakan proyek, terlebih pemilik proyek setiap saat memperingatkan untuk bekerja dengan baik dan benar
sehingga tidak ada alasan mengurangi volume atau memperburuk kualitas

Hasil pantauan Topikterkini.id dilokasi 05/12, semua yang dikatakan Chaerul itu benar sehingga ia Chaerul optimis 20/12 atau 15 hari kedepan sudah rampung 100 persen.

Ketika ditanya kemampuan 20 unit mesin pompa itu membasahi tanaman jagung nantinya yang begitu luas, Chaerul mengatakan sesuai target program 167 Ha
Air katanya melalui sumur ke pompa, naik ke alat kontrol satu sampai alat kontrol tiga hingga kepada alat pembagi air ketanaman jagung

Pembagi air ketanaman jagung kata Chaerul melalui pipa ke slang berlubang kecil dengan jarak 50 cm sesuai jarak tanam jagung, disitulah air keluar menetes ketiap-tiap batang jagung sehingga air tidak banyak terbuang tanpa manfaat

Kalau begitu tentu setiap kali tanam dan habis panen petani memindahkan slang panjang belasan ribu meter

Diakui Chaerul sembari mengatakan bahwa kalau hanya satu sampai 10 petani, apalagi sistem manual, memang sulit, tetapi ini bukan manual dan bukan hanya 1 sampai 10 petani yang akan mengerjakan, tetapi sistemnya serba moderen dan akan dibagi ke 10 kelompok masing-masing 25 anggota atau 250 petani

Caherul bersama pj.kepala desa, Haris Nappa menunjukkan slang, mesin pompa dan alat menggulung slang, tiap petani tinggal mengikat ujung slang kemudian alat yang terbuat dari besi menyerupai pedati diputar menggulung slang, jadi kesimpulannya tidak ada yang sulit apalagi berat karena alat yang digunakan serba moderen sepanjang ada kemauam kehidupan lebih baik kedepan dari hari-hari sebelumnya (bersambung)

Penulis : Hamzarh Siriwa
Editor : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *