1 Lagi Plt.Kepala Desa di Takalar Ditetapkan Satuan Reskrim Polres Takalar Menjadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa

  • Whatsapp

Mantan Plt.Kepala Desa Bontoloe, Syamsul Endang

Takalar Topikterkini.id, Belum cukup dua tahun Abd.Rajab Dg.Rombo bebas dari rumah tahanan negara atas kasus penyalahgunaan dana desa saat menjabat kepala desa bontoloe kecamatan galesong kabupaten takalar sulawesi selatan
Kini kembali terulang dengan kasus yang sama didesa yang sama diduga dilakukan Syamaul Endang saat dipercaya menjadi plt.kepala desa tempatnya dulu Abd.Rajab

Bahkan Syamsul Endang, hasil jumpa pers polres takalar senin 01/03, sudah ditetapkan polres takalar menjadi tersangka pada senin 01 maret 2021

Kepala kepolisan resor takalar, AKBP Beny Murjayanto dalam keterangan persnya mengatakan bahwa Syamsul Endang (38) sebagai pelaksana tugas di desa bonto Loe kecamatan galesong kabupaten takalar, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana dasa tahun 2018 silam.

Ia mengatakan bahwa dari hasil audit BPK 03/12-2020, Syamsul Endang tercatat merugikan keuangan negara atas pembangunan fisik dana desa tahun anggaran 2018

Sistem Syamaul Endang saat itu adalah, setelah dana desa dicairkan langsung diambilah dari bendahara kemudian di kelola sendiri dan digunakan untuk kepentingan pribadi bersenang-senang berikut berpoya-poya

Hasil penyidikan dan penyelidikan unit tipikor polres takalar menemukan sebuah dokumen pertanggung jawaban, serta rekening koran dan catatan pengembalian uang, serta hasil pemeriksaan ahli konstruksi dan ahli auditor BPKP atas pengunaan fisik.

Dari hasil audit tersebut diketahui kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan fisik atau konstruksi dalam pengelolaan alokasi anggaran dana desa (ADD) unit tipikor polres takalar melakukan gelar perkara di polda sulsel untuk penetapan menjadi tersangka, bahwa palaku SE telah merugikan keuangan negara sebanyak 408.444.905,00 rupiah.

Atas perbuatannya, Syamsul Endang dikenakan melanggar pasal 2 ayat 1 subs pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999, tentang pembernatasan tindak pidana korupsi yang telah di ubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TTPU) jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 56 KHUPidana dengan ancaman hukuma penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan palig lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200jt dan paling banyak Rp1M

Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *