1 Bulan, Bukan 4 bulan, Salahuddin SH Mengendalikan Kejaksaan Negeri Takalar, Sudah 4 Orang Terduga Pelaku Korupsi, Berhasil Dikerangkeng, Diantaranya Abdullah Hasan

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, 61 tahun takalar pisah dari jeneponto, sebutan jeneponro-takalar (jentak), barusan terjadi penahanan terduga pelaku korupsi 4 kali dalam waktu sebulan, kalau dipersentase, 1 orang 1 minggu
Dimulai dari Taufiq, nyusul Jamaluddin Nombong, Ahmad Mangka dan Abdullah Hasan, ke empatnya dititip ditahanan jeruji besi polres takalar
Dari 4 tahanan kejaksaan tersebut, 3 diketahui publik adalah atas sangkaan dugaan korupsi proyek pembangunan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) perusahaan daerah air minum (PDAM) kabupaten takalar yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp1,2M
Proyek tersebut diberitakan media ini beberapa kali sebelumnya bahwa menggunakan APBD takalar 2018 sedikitnya Rp1,4M dikerjakan tanpa tender
Padahal di PDAM yang dikendalikan Jamaluddin Nombong yang sudah menjadi tahanan saat ini, dilengkapi dengan badan pengawas diketuai sekretaris daerah yang mengetahui kalau proyek diatas Rp200jt wajib ditender

Tetapi mulai dari ketuanya sampai kepada anggotanya sepakat memilih diam hingga menjadi fatal akibatnya

Masyarakat yang rindu kejahatan korupsi diberantas menilai kinerja kejaksaan atas kendali

Sedangkan Abdullah Hasan yang dikerangkeng senin 9/04 diketahui adalah atas dugaan korupsi bantuan operasional pendidikan (BOP) TK/TPA asal kementerian agama RI untuk pencegahan penularan virus corona
Informasi yang dihimpun Topikterkini.id menyebut Abdullah Hasan adalah sekretaris Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) kabupaten takalar, diduga mengambil dana BOP dimaksud antara Rp1,5jt – Rp4jt dari Rp10jt yang diterima 100 kepala TK/TPA di tiga kecamatan ; galesong, sanrobone dan pattallassang

Namun informasi yang dihimpun selama Abdullah Hasan diperiksa penyidik kejaksaan, tidak pernah mengaku mengambil uang seperti yang disangkakan (Red)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *